Laman

Profil KBIT Ar Raihan

Klik tahutan berikut untuk melihat profil KBIT Ar Raihan.

Berita Kegiatan Akademik KBIT Ar Raihan

Klik tahutan ini untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan akademik di lingkungan KBIT Ar Raihan.

Berita Ekstrakurikuler KBIT Ar Raihan

Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan KBIT Ar Raihan .

Berita Prestasi KBIT Ar Raihan Bantul

Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi terkait prestasi yang diraih oleh sekolah, guru, dan siswa KBIT Ar Raihan.

Berita Penerimaan Siswa Baru KBIT Ar Raihan Bantul

Klik tahutan berikut untuk mendapatkan infomrasi terkait penerimaan siswa baru di SDIT Ar Raihan.

Senin, 17 Oktober 2016

Seksi Perlindungan Anak Kemensos RI dan TAS Harapan Ibu Jakarta Kunjungi Ar Raihan

Dari kiri ke kanan: Sunarto (Kemensos RI), Agus Effendi
dan Nurhidayah Solekhah (Ar Raihan), serta Suryani (TAS Harapan Ibu)

Bantul (RA Ar Raihan)--Tim dari Seksi Perlindungan Anak Kemensos RI mengunjungi Ar Raihan, Sabtu (15/10). Kehadiran tim Kemensos ini disertai tim dari Taman Anak Sejahtera (TAS) Jakarta.

"Kehadiran tim dari Kemensos tersebut dalam rangka sharing dan studi banding," ungkap Humas RA Ar Raihan, Rufiyati Ambar Ningrum.

Masih menurut Ningrum, rombongan yang hadir terdiri atas pejabat bagian perencanaan Seksi Perlindungan Anak Kemensos RI serta pimpinan, pengasuh, peksos, dan ahli gizi dari TAS Harapan ibu. Kehadiran rombongan dari Jakarta itu disambut langsung oleh Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan, Agus Effendi, beserta Koordinator TAS sekaligus mantan Kepala RA Ar Raihan, Nurhidayah Solekhah.

Selaku pimpinan TAS Harapan Ibu, Suryani, menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Ar Raihan karena tertarik dengan perkembangan Ar Raihan dan ingin bertukar informasi dan pengalaman dengan pengelola TAS Ar Raihan.

Kunjungan tim dari Kemensos RI dan TAS Harapan Ibu tersebut disampaikan Ningrum merupakan rangkaian dua kegiatan sebelumnya.

"Sebelumnya, 11 Oktober 2016 kami telah menyelenggarakan Gebyar Tepak atau Temu Penguatan Anak dan Keluarga yang dilangsungkan di Pendopo Parasamya dan dihadiri pejabat Pemkab Bantul serta pejabat dari Kemensos RI. Selanjutnya, tanggal 12 Oktober 2016 Kasubdit Anak dan Balita Kemensos RI, Puti Chairida Anwar, berkunjung ke Ar Raihan bersama tim dari Childfun Indonesia untuk melihat pembelajaran di Ar Raihan, "Jelas runners-up guru berprestasi RA 2016 Kemenag DIY itu.

"Sementara itu, untuk kegiatan hari Sabtu kemarin, dilangsungkan di ruang kelas RA Ar Raihan pukul 11.00-14.00 WIB," tutup Ningrum. (sab)

Sekolah Orang Tua RA Ar Raihan: Ayah Penanggung Jawab Utama Pendidikan Anak

Suasana "Sekolah Orang Tua Ar Raihan", Ahad (9/10/2016)
Foto: Sabjan Badio.
Bantul, Arraihan.org--Kebesaran sebuah bangsa bukan ditentukan oleh banyaknya penduduk atau luasnya wilayah, melainkan ditentukan oleh kualitas pemimpinnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita memiliki tugas berat untuk melahirkan seorang pemimpin yang bertakwa.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Jazir dalam acara "Sekolah Orang Tua Ar Raihan" yang digelar Ahad (9/10).

Pada kesempatan itu, Ustadz Jazir mengutip pernyataan Oemar Said Tjokroaminoto. Pahlawan nasional keturunan Bupati Ponorogo tersebut mengilustrasikan, sekelompok domba akan menjadi hebat jika dipimpin oleh singa, karena domba-domba itu akan belajar mengaum.

Lebih lanjut, Ustadz Jazir mengemukakan, saat ini Indonesia krisis kepemimpinan. Hal tersebut terjadi karena keluarga di Indonesia tidak memiliki kesadaran untuk menyiapkan calon pemimpin.

Takmir Masjid Jogokariyan itu menegaskan bahwa seorang pemimpin tidaklah disiapkan oleh sekolah formal, melainkan disiapkan oleh keluraga. Oleh karena itu, menjadi masuk akal jika kita saksikan, para pemimpin dunia biasanya hanya berasal dari keluarga itu-itu saja karena merekalah yang menyiapan keturunannya menjadi pemimpin.

"Di Amerika, pemimpin itu tidak jauh-jauh dari keluarga Bush, Carter, dan Kennedy," Ustadz Jazir mencontohkan. Menurutnya, hal demikian juga terjadi di Indonesia.

Peran Ayah

Untuk melahirkan seorang pemimpin, Jazir berpendapat sang ayahlah yang paling bertanggung jawab. Menurutnya, pemimpin lahir dari keluarga di mana ayah menjadi guru pendidik di keluarganya.

"Siapa yang mendidik Nabi Sulaiman, Nabi Dawud, dan Nabi Yusuf? Ayahnya," tegas Jazir. Kemudian Jazir menambahkan. ketika Allah menyiapkan pemimpin besar, banyak yang figur ayahnya dicabut untuk kemudian dididik langsung oleh Allah.

Oleh karena itu, menurutnya, celakalah bangsa yang membiarkan ayah tidak mendidik secara langsung anaknya dan semata memasrahan pendidikan kepada ibu.

Seorang ibu, menurut Jazir memiliki karakter lemah lembut. Karena sesungguhnya ibu merupakan asisten pendidik yang membantu ayah. Jadi, jika pendidikan semata diserahkan kepada ibu, jangan heran jika keluarga di Indonesia kemudian hanya melahirkan para karyawan.

Dalam rangka mendidik calon pemimpin, secara konkret, Ustadz Jazir menyarankan kepada para ayah untuk (1) membangunkan anak untuk sholat subuh berjamaah, (2) membiasakan anak membaca dan menulis, (3) mengarahkan anak untuk memiliki figur pemimpin, (4) mengajarkan bahasa Inggris kepada anak, (5) menjadi ayah yang berwawasan luas dan bervisi.

Acara yang digelar di Graha Santika Tamansari itu diselenggarakan dalam rangka menyelaraskan peran sekolah dengan orang tua dalam pendidikan anak.

"Pendidikan itu tanggung jawab bersama. Jangan sampai orang tua memasrahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah. Untuk kepentingan ini, orang tua-sekolah perlu menyelaraskan pemikiran, melalui forum 'Sekolah Orang Tua ini'," ungkap Kepala RA Ar Raihan, Sugeng Sri Lestari.

Acara yang berlangsung pukul 08.00-11.30 itu menghadirkan 1000-an peserta termasuk di dalamnya orang tua siswa TPA, KBIT, SDIT, dan SMPIT Ar Raihan. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh guru, karyawan, dan pengurus Yayasan Ar Raihan. (mar/sab)

Rabu, 17 Agustus 2016

Manfaatkan Sampah Ar Raihan Buat Media Pembelajaran hingga Bangun Gedung


BANTUL, Arraihan.org–“Kita akan bangun gedung dari sampah,” ungkap Trianawati Nungung Bintari pada sebuah pertemuan dengan orang tua beberapa waktu silam.

Menurut Nunung, saat ini lembaganya sedang mengembangkan SMPIT Ar Raihan. Untuk keperluan dana, Ar Raihan mengumpulkan dari berbagai sumber, di antaranya dari program sedekah sampah.

Pernyataan pendiri Ar Raihan itu dibuktikan dengan adanya edaran dari BPH Ar Raihan tentang program sedekah sampah. Di antara kebijakan yang diambil adalah ditetapkannya hari Jumat sebagai hari sedekah sampah.

Jika pada tingkat SMPIT ada program pembangunan gedung, pada tingkat RA ada program pembuatan media dari sampah. Guru-guru mendaur ulang sampah menjadi media yang digunakan untuk belajar-mengajar di RA Ar Raihan.

“Setiap Jumat, kami bersedekah sampah,” ungkap Kepala RA Ar Raihan, Sugeng Lestari. “Dengan adanya program ini, kami memiliki cukup banyak bahan untuk dijadikan media pembelajaran,” lanjut Kepala RA Ar Raihan itu.

Adanya program sedekah sampah, selain bisa dimanfaatkan untuk media, diakui Sugeng Sri Lestari, menjadikan siswa belajar tentang kebersihan dan kepedulian atas lingkungan. Selain itu, dengan memanfaatkan media pembelajaran hasil kreasi dari barang bekas, anak juga mengerti bahwa sampah dapat didaur ulang.

Selain di kedua unit tersebut, Yayasan Ar Raihan juga telah menerapkan program sedekah sampah di unit-unit lain, yakni SDIT Ar Raihan, KBIT Ar Raihan, dan TPA Ar Raihan. (sab)